Flight with toddler..

Saya agak deg-degan waktu mengetahui saya harus ke korea hanya berdua dengan plincess. Karena ayahnya sudah terlebih dahulu berangkat karena tugas disana. Saya ga nyangka sih, setelah kepingin bangetttt ke korea dari jaman dulu, yang sempat gagal dan hangus tiketnya, akhirnya di detik-detik terakhir H-3 saya malah memesan tiketnya. Terlebih ketika tahu ada GOTF saat itu, dan berhasil mendapatkan tiket yang cukup murah * alhamdulillahh rejeki anak soleha hehehe*

WhatsApp Image 2018-12-04 at 4.46.19 PM
Malam itu, jadilah kami berdua berangkat dari rumah. Pesawatnya sendiri jam 12 malam dan akan tiba pagi hari di korea. Di perjalanan ke bandara, plincess sudah ngantuk-ngantuk, kepalanya beberapa kali oleng. Tapi tetap saya ajak dia ngobrol agar tetap terjaga. Membiarkan anak main atau terjaga sampai dia capek lalu terlelap dengan pulas di pesawat nanti, itu rencana saya. Dan rencana saya lumayan berhasil, sesampai di bandara, plincess malah on fire. Ga bisa diem dan maunya mainn mulukk, habis main, dia minta makan kentang goreng *ya allah nak 😅*

Continue reading

mengASIhi ketika umroh

Alhamdulillah beberapa bulan yag lalu saya diberi kesempatan untuk melaksanakan ibadah umroh bersama suami. Sebenarnya rencana umroh sudah ada dari tahun lalu, tapi dikarenakan saya hamil, maka rencana itu kami undur. Pertanyaan pertama ketika kami memutuskan untuk umroh adalah…apakah plincess a.k.a anak kami perlu dibawa? Ini semacam dilema bin galau buat emaknya, secara emaknya ga pernah pisah semalam pun dari plincess karena plincess selalu bangun malam2 buat minta nen.

“bawa ajaaa, kan masih kecil ini, masih gampang digendong kemana-mana. Banyak kok sekarang ibu2 yang membawa anaknya, apalagi orang arab”

“ga usah, nanti kamu ibadahnya ga terlalu khusuk karena harus ngurus anak, butuh tenaga extra kalo bawa anak”

Dan, kami memutuskan untuk menitipkan plincess ke abah dan umminya selama kami umroh 😦 lalu pertanyaan lain pun muncul. Kalo plincess ga dibawa, berarti saya harus e-ping (exclusive pumping) selama disana dong! Jeng jeng!!!!!. Dalam hati saya keder juga, karena terus terang makin lama jadwal pumping saya makin berantakan apalagi kalo pisah dari anak 🙄  Lalu, saya mulai browsing sana sini, baca blog emak-emak yang kudu pumping selama beberapa waktu dan bagaimana me-manage agar ASIP senantiasa beku dan dingin. Jadi, apa saja persiapannya?

1. Cooler bag / Cooler box

Awalnya saya mau membawa cooler box (iyya, box yang gede itu) untuk menampung asip kalo pulang nanti. Kalo di acehardware harganya bisa sekitar 500an ribu keatas. Mahal yah? Iyya 😅. Tapi setelah saya baca dan tanya sana sini lalu mempertimbangkan jadwal pumping saya, akhirnya saya malah beli cooler bag merek mobicool Karena katanya tas ini bisa lumayan menahan dingin lebih lama dari tas2 lainnya. Sedikit tips buat buibuk eping yg mau perjalanan jauh dan sedikit hemat, gunakanlah styrofoam box! Konon, ini lebih tahan lama dari cooler box yang mehong itu. Tapi kenapa saya ga pake itu? Karena ga mau rempong! (Jgn ditiru yah😂😂).

WhatsApp Image 2017-08-13 at 22.34.56

modal nekat cuman bawa 2 cooler bag, not even cooler box *jewer*

Continue reading

Pulau Timor..

Saya mengambil pesawat pertama di jam 2.30 pagi waktu itu. Tujuan saya, Kupang – NTT. Karena harus rapat pagi2, jadilah saya harus duduk-duduk cantik di ruang tunggu Bandara Soekarno Hatta  jam 12 malam, perjalanan Jakarta – Kupang ditempuh kurang lebih selama 3 jam, tanpa transit. Ini kedua kalinya saya ke Kupang, pertama kali saya kesana, disambut dengan gerimis mengundang, kedua kalinya? saya beruntung, disambut dengan sinar matahari dan gumpalan awan yang seperti cottoncandy plus pemandangan laut yang luar biasa indah ketika saya bangun tidur.

cottoncandy

cotton candy!

Jadi, apa yang menarik di NTT? buanyaaakkkkkkk! Sayangnya karena saya sedang menjalankan ‘Tugas Negara” #Hallah jadi saya ga bisa mengunjungi semuanya. Provinsi NTT merupakan provinsi kepulauan karena masih banyak pulau-pulau cantik disana, pernah dengar Komodo & Pink beach? atau danau kelimutu? nah!that’s NTT. Tapi yang saya kunjungi kali ini adalah Pulau Timor, salah satu pulah di provinsi NTT.  Disana juga, saya baru tahu, kalau pohon cendana tumbuh subur, tepatnya di kota Soe’, saya sempat diajak ke rumah salah satu penduduk yang menyimpan kayu cendana, wangiii sekali, sayangnya kayu-kayu itu tidak bisa sembarangan dibawa keluar Kupang. Continue reading

2013..

on 2014,,

Jadi apakah kalian sudah membuat resolusi untuk 2014? hmm..saya berhenti membuat resolusi sejak..errrr..2 tahun lalu, lama kelamaan saya lebih menyukai ‘let it flow ajalah’ terkesan tanpa tujuan sih..tapi hey..this year was awesome to me :mrgreen:

Oke, mari kita flashback sejenak tahun 2013 ini, diawal tahun ini saya pindah kerja ke salah satu konsultan dan sampai sekarang masih betah ditempat ini. Ditempat ini  bertemu dengan pathner in crime saya, sebut saja @kuntiladut .she’s 3 years younger than me, tapi kenapalah isi otak gue sama kaya dia 😆

Lalu, di bulan April, saya beruntung bisa menyaksikan sunrise di Bromo, treking di Kawah Ijen dan melihat Bluefire, mengunjungi Afrika Van Java Taman Nasional Baluran. Padahal awalnya saya ogah2an ikut trip ini hehehe..mungkin disinilah pertama kalinya candu saya pada travelling dimulai, told ya..travelling itu nyandu! Continue reading