merasakan musim dingin di Korea

“wah, tiket ke korea lagi murah nih sayang, ke korea yuk” ajakku ke suami

“berdua aja gpp?” tanya suami

“yuk!”

Percakapan geje nan spontan tapi akhirnya dilakukan juga. Memang waktu itu lagi ada travel fair, jadi saya mutusin buat beli tiket ke korea (lagi). Setelah tahun lalu kami ke Korea, bulan Mei, peralihan dari musim semi ke musim panas, tahun ini kami memutuskan untuk berangkat di bulan Februari, di musim dingin. Alasannya simple, kami mau main salju, mau dingin-dinginan pokoknya hehehe. Pesan tiketnya di bulan Agustus tapi berangkat masih bulan Februari, berarti kami masih punya banyak waktu untuk menyusun itinerary & booking hotel. Untuk itinerary merupakan gabungan keinginan saya & suami. Misalnya, saya mau tetap ke Nami Island di musim dingin ini walopun sebelumnya sudah kesana dan tentu saja ke Myeondong untuk berbelanja. Sedangkan suami pinginnya ngerasain Jimjilbang atau permandian air panas ala korea dan menonton Nanta Show.

20190214_164017.jpg

baru nyampe langsung keliling nami island..

Continue reading

#jastip

“guys, #JastipKorea, Open PO Korea.. ETA 21 Februari, kalo ada yang mau nitip, let me know yaaa..”

Pernah baca kalimat mirip-mirip seperti diatas? orang-orang biasa menyebutnya dengan jastip alias jasa titip yang sekarang lagi booming. Ketika kamu kepingin suatu barang, tapi kamu nun jauh disana atau malas bermacet-macetan atau ga bisa keluar rumah karena ada baby..jastip bisa menjadi salah satu solusinya *tsahhhh* 😎 . Saya salah satu pemakai jastip dan penyedia jastip. Dulu saya memakai jastip ketika event BBW ( salah satu event buku terbesar di dunia) diadakan. Buku-buku impor rata-rata dijual lebih murah dari biasanya. Karena diadakannya di BSD, cukup jauh dari rumah, belum lagi ngantri didalamnya, belum lagi kudu bawa anak, saya menyerah & akhirnya mengandalkan jastip. Waktu itu fee jastipnya sekitar 10ribu sampai 30ribu, tergantung harga dari bukunya. Masih cukup terjangkau buat saya daripada harus kesana sendiri.

Lalu, ketika trip ke Hongkong, saya iseng membuka jastip aloe vera nature republic, waktu itu nature republic lagi booming-boomingnya dan belum membuka counter di indonesia, sedangkan harga di online shop bisa sampai 100rb-an. Alhamdulillah walopun hasilnya ga banyak-banyak amat tapi untuk yang iseng-iseng & mendadak buka jastip, sudah lumayan sih. Lalu ketika ke Korea, diantara padatnya itinerary saya & suami untuk keliling seoul, saya sempat-sempatin 1 hari full ke myeondong untuk beliin titipan teman-teman yang sehari sebelumnya saya posting di instagram perihal jastip korea. Yang terakhir, saya buka jastip Jepang, tapi ga berangkat kesana melainkan nitip sama suami πŸ˜† saya pun tepok tangan ke suami yang rela dititipin segala macam sampai keluar masuk toko kosmetik *salim & cium suami hehehhe* πŸ˜‰ Repot ga sih buka jastip kaya gini? kalo saya sendiri sih repot-repot suka senang *lhaaaa* karena biasanya kebanyakan saya yang nentuin barang yang dijual, tapi kadang-kadang juga nerima by request sih. Continue reading

Travelling, nginap dimana?

Biasanya setelah tiket liburan ditangan, hal selanjutnya yang dilakukan adalah mencari penginapan. Entah itu dalam bentuk hotel yang fasilitasnya bagus, atau hostel yang harganya lumayan murah dari hotel atau apartemen yang fasilitasnya lengkap seperti di rumah atau bahkan nginap di rumah orang/kerabat/teman.

Trus, bedanya apa?

Hotel;

Hotel ada yang harganya murah, lumayan mahal sampai muahall. Semua tergantung fasilitas, lokasi, makanannya, kalo menginginkan hotel yang fasilitasnya enak & nyaman,Β  makanannya enak &Β  beragam, banyak. Tapi tentu saja dibarengi dengan harga yang cucokk pula. Enaknya hotel, privacy lebih terjaga, harganya pun rata-rata sudah included dengan sarapan (walopun sekarang ada yang ga include juga), cuman ya ituuu..nyari hotel yang murah, nyaman & fasilitas okeh harus agak extra sih nyarinya πŸ’‘

IMG_4008

waktu nginap disalah satu hotel di Solo

Continue reading

Membuat paspor tanpa ngantri

Waktu itu saya lagi ga ada rencana kemana-mana sih, cuman pas lagi nyadar aja kalo masa berlaku paspor udah mau habis. Memang belum habis banget, tapi 6 bulan sebelum masa berlaku habis, paspor udah ga bisa kepakai lagi. Nah, saya kepinginnya kali ini bikin e-paspor. Kenapa? Ya kaliiii ada rejeki buat ke jepang, karena pengguna e-paspor tidak dikenakan biaya visa (amin, ya Allah πŸ˜€ ). Lalu, bedanya apa dengan paspor biasa? Sebenarnya fungsinya sama, sebagai tanda identitas kita, bedanya pada tingkat kelengkapan data & akurasi data. Paspor biasa cuman ada data diri & foto, sedangkan kalo e-paspor ada biometrik data & sidik jari, oleh karenanya e-paspor memiliki data yang lebih lengkap & akurat sehingga aman & tidak mudah untuk dipalsukan. Pada saat pemeriksaan pun bisa melalui autogate sehingga bisa mempersingkat waktu pemeriksaan. Dari segi fisik, didalam e-paspor ini ada chipnya, makanyaΒ  ga bisa ditekuk.

wp-image-1500822541jpg

Nahh..Mulailah saya nyari-nyari info perihal e-paspor ini, kata teman, dulu dia ampe rela ngantri dari jam 5 subuh buat dapatin nomor antrian di imigrasi (ebusett dahhh 😯 ), tapi itu duluuu..karena ternyata sekarang sistemnya sudah online. Kita hanya perlu mendaftar di website imigrasi atau bisa juga mendowload aplikasi antrian paspor online, trus pilih lokasi imigrasi yang kita tuju, pilihlah hari yang kuotanya masih belum full. Selesai dehh.

Continue reading

Flight with toddler..

Saya agak deg-degan waktu mengetahui saya harus ke korea hanya berdua dengan plincess. Karena ayahnya sudah terlebih dahulu berangkat karena tugas disana. Saya ga nyangka sih, setelah kepingin bangetttt ke korea dari jaman dulu, yang sempat gagal dan hangus tiketnya, akhirnya di detik-detik terakhir H-3 saya malah memesan tiketnya. Terlebih ketika tahu ada GOTF saat itu, dan berhasil mendapatkan tiket yang cukup murah * alhamdulillahh rejeki anak soleha hehehe*

WhatsApp Image 2018-12-04 at 4.46.19 PM
Malam itu, jadilah kami berdua berangkat dari rumah. Pesawatnya sendiri jam 12 malam dan akan tiba pagi hari di korea. Di perjalanan ke bandara, plincess sudah ngantuk-ngantuk, kepalanya beberapa kali oleng. Tapi tetap saya ajak dia ngobrol agar tetap terjaga. Membiarkan anak main atau terjaga sampai dia capek lalu terlelap dengan pulas di pesawat nanti, itu rencana saya. Dan rencana saya lumayan berhasil, sesampai di bandara, plincess malah on fire. Ga bisa diem dan maunya mainn mulukk, habis main, dia minta makan kentang goreng *ya allah nakΒ πŸ˜…*

Continue reading

mengASIhi ketika umroh

Alhamdulillah beberapa bulan yag lalu saya diberi kesempatan untuk melaksanakan ibadah umroh bersama suami. Sebenarnya rencana umroh sudah ada dari tahun lalu, tapi dikarenakan saya hamil, maka rencana itu kami undur. Pertanyaan pertama ketika kami memutuskan untuk umroh adalah…apakah plincess a.k.a anak kami perlu dibawa? Ini semacam dilema bin galau buat emaknya, secara emaknya ga pernah pisah semalam pun dari plincess karena plincess selalu bangun malam2 buat minta nen.

“bawa ajaaa, kan masih kecil ini, masih gampang digendong kemana-mana. Banyak kok sekarang ibu2 yang membawa anaknya, apalagi orang arab”

“ga usah, nanti kamu ibadahnya ga terlalu khusuk karena harus ngurus anak, butuh tenaga extra kalo bawa anak”

Dan, kami memutuskan untuk menitipkan plincess ke abah dan umminya selama kami umroh 😦 lalu pertanyaan lain pun muncul. Kalo plincess ga dibawa, berarti saya harus e-ping (exclusive pumping) selama disana dong! Jeng jeng!!!!!. Dalam hati saya keder juga, karena terus terang makin lama jadwal pumping saya makin berantakan apalagi kalo pisah dari anak πŸ™„Β  Lalu, saya mulai browsing sana sini, baca blog emak-emak yang kudu pumping selama beberapa waktu dan bagaimana me-manage agar ASIP senantiasa beku dan dingin. Jadi, apa saja persiapannya?

1. Cooler bag / Cooler box

Awalnya saya mau membawa cooler box (iyya, box yang gede itu) untuk menampung asip kalo pulang nanti. Kalo di acehardware harganya bisa sekitar 500an ribu keatas. Mahal yah? Iyya πŸ˜…. Tapi setelah saya baca dan tanya sana sini lalu mempertimbangkan jadwal pumping saya, akhirnya saya malah beli cooler bag merek mobicool Karena katanya tas ini bisa lumayan menahan dingin lebih lama dari tas2 lainnya. Sedikit tips buat buibuk eping yg mau perjalanan jauh dan sedikit hemat, gunakanlah styrofoam box! Konon, ini lebih tahan lama dari cooler box yang mehong itu. Tapi kenapa saya ga pake itu? Karena ga mau rempong! (Jgn ditiru yahπŸ˜‚πŸ˜‚).

WhatsApp Image 2017-08-13 at 22.34.56

modal nekat cuman bawa 2 cooler bag, not even cooler box *jewer*

Continue reading

Pulau Timor..

Saya mengambil pesawat pertama di jam 2.30 pagi waktu itu. Tujuan saya, Kupang – NTT. Karena harus rapat pagi2, jadilah saya harus duduk-duduk cantik di ruang tunggu Bandara Soekarno HattaΒ  jam 12 malam, perjalanan Jakarta – Kupang ditempuh kurang lebih selama 3 jam, tanpa transit. Ini kedua kalinya saya ke Kupang, pertama kali saya kesana, disambut dengan gerimis mengundang, kedua kalinya? saya beruntung, disambut dengan sinar matahari dan gumpalan awan yang seperti cottoncandy plus pemandangan laut yang luar biasa indah ketika saya bangunΒ tidur.

cottoncandy

cotton candy!

Jadi, apa yang menarik di NTT? buanyaaakkkkkkk! Sayangnya karena saya sedang menjalankan ‘Tugas Negara” #Hallah jadi saya ga bisa mengunjungi semuanya. Provinsi NTT merupakan provinsi kepulauan karena masih banyak pulau-pulau cantik disana, pernah dengar Komodo & Pink beach? atau danau kelimutu? nah!that’s NTT. Tapi yang saya kunjungi kali ini adalah Pulau Timor, salah satu pulah di provinsi NTT. Β Disana juga, saya baru tahu, kalau pohon cendana tumbuh subur, tepatnya di kota Soe’, saya sempat diajak ke rumah salah satu penduduk yang menyimpan kayu cendana, wangiii sekali, sayangnya kayu-kayu itu tidak bisa sembarangan dibawa keluar Kupang. Continue reading