Annyong, plincess..

“Pokonya kalo di korea nanti, kita ke gedung YG, SM dan JYP yah”ujarku ke suami

“Iyya sayang, kali aja ketemu blackpink pas depan kantor YG” balas suami

Sebagai sesama pecinta musik korea, saya dan suami sudah merencanakan ke gedung-gedung agensi terkenal di korea. Ya kan kali-kali aja bisa ketemuan sama artessnya *ngarep amat* πŸ˜† Trus bagaimana korea? Modern banget yaa. Karena saya travellingnya waktunya mepet dan sempat terhalang hujan, belum lagi membawa anak bayik yang lagi aktif-aktifnya, jadi saya ga bisa terlalu banyak jalan (dan shopping πŸ˜†). Trus akhirnya cuman ke:

1. Myeondong

Hari pertama saya habiskan dengan keliling disekitar hotel dan keliling lotte mart terdekat karena menunggu suami yang baru nyampe sore. Besok malamnya, kami nekat-nekatin ke myeondong karena ternyata jarak penginapan jauh bangett dari myeondong. Apakah saya capek? tentu saja. Apakah saya bahagia? sangatttttttt bahagia hhahahahaa.. disinilah pusat skincare, makeup, tempat nyobain makanan kaki lima, atau tempat nongkrong. Pas saya masuk innisfree, ternyata mereka lagi sale 50% hampir all item dan tentu saja saya kalap dan meninggalkan suami yang lagi asyik maen pokemon sambil nidurin plincess di cafenya.

WhatsApp Image 2018-12-17 at 12.09.34 AM (2)

2. Namsan tower

Tidakk, saya tidak meninggalkan gembok cinta yang posesif itu disini. Karena katanya, nanti gembok itu juga akan diambil kembali karena gembok-gembok disana sudah kebanyakan. Waktu kesana, masih pagi. Banyak orang-orang, yang tua maupun yang muda berjalan kaki sampai keatas. Disini juga kita bisa ngeliat kota seoul dari ketinggian. Katanya sih kalo malam lebih cantik.

15449672948088352961481992484605.jpeg

our little plincess..

Continue reading

Flight with toddler..

Saya agak deg-degan waktu mengetahui saya harus ke korea hanya berdua dengan plincess. Karena ayahnya sudah terlebih dahulu berangkat karena tugas disana. Saya ga nyangka sih, setelah kepingin bangetttt ke korea dari jaman dulu, yang sempat gagal dan hangus tiketnya, akhirnya di detik-detik terakhir H-3 saya malah memesan tiketnya. Terlebih ketika tahu ada GOTF saat itu, dan berhasil mendapatkan tiket yang cukup murah * alhamdulillahh rejeki anak soleha hehehe*

WhatsApp Image 2018-12-04 at 4.46.19 PM
Malam itu, jadilah kami berdua berangkat dari rumah. Pesawatnya sendiri jam 12 malam dan akan tiba pagi hari di korea. Di perjalanan ke bandara, plincess sudah ngantuk-ngantuk, kepalanya beberapa kali oleng. Tapi tetap saya ajak dia ngobrol agar tetap terjaga. Membiarkan anak main atau terjaga sampai dia capek lalu terlelap dengan pulas di pesawat nanti, itu rencana saya. Dan rencana saya lumayan berhasil, sesampai di bandara, plincess malah on fire. Ga bisa diem dan maunya mainn mulukk, habis main, dia minta makan kentang goreng *ya allah nakΒ πŸ˜…*

Continue reading

Hongkong, jangan?

 

” buk, kalau punya anak dibawah 2 tahun, travelling deh sekali-kali. Karena anak dibawah 2 tahun cuman dikenakan biaya 10% dari harga tiketnya. “

 

Saya langsung teringat perkataan seorang teman ketika Garuda Online Travel Fair berlangsung. Lalu karena harga yang cukup murah maka kami memilih Hongkong untuk liburan kali ini. Sebenarnya Hongkong tidak masuk didalam list saya, tapi karena harga tiket yang murah dan tidak membutuhkan visa, jadi cuss lah.

Sebelum mendarat saya sudah dibuat takjub oleh gedung-gedung tingginya yang berada di wilayah perbukitan. Karena memang kontur wilayah Hongkong dataran yang berbukit-bukit dan harga tanah disini mahal bingitssssssss, jadiya penduduknya lebih memilih tinggal di apartemen daripada rumah. Beruntunglah kita wahai indonesian! πŸ™‚

This slideshow requires JavaScript.

Lalu, ke Hongkong kemana aja? ngapain aja? sebenarnya ke Hongkong itu lebih tepatnya untuk shopping. Tapi karena saya (dulu) traveller hemat (nan kere) maka shopping ga terlalu saya masukkan kedalam list to do saya. Nyesel? bangettttttt! tapi yasudahlah, insya allah akan ada waktunya buat kembali (shopping) lagi kesana #KodeKeSuami. Kami sengaja mengambil flight pagi agar tidak kemalaman sampai disana. Hari pertama kami ke Tian Tan Buddha dan lanjut ke The Peak. Big Buddha sendiri terletak di Pulau Lantau, 1 pulau dengan Disneyland. Dari tempat kami menginap, Wan chai, kami mengambil MTR menuju stasiun central, kemudian pindah ke jalur Lantau Island lalu turun di stasiun Tun Chung dilanjutkan dengan bus sekitar 40 menit, tapi bisa juga dengan menggunakan cable car sebagai opsi lain. Tentu saja dengan membayar sekitar 130 HKD, tentunya akan tiba lebih cepat plus disuguhi pemandangan ciamik dan menegangkan (katanya) karena bagian bawah cable carnya kaca transparan.

metro

pic taken from google

This slideshow requires JavaScript.

Continue reading

preloved (?)

Ibu saya sedikit terkejut ketika melihat saya memposting foto salah satu lipstik di internet

“kenapa difoto-foto lipstiknya?” tanyanya

“buat dijual bu, sayang belinya lumayan mahal tapi dipake cuman hitungan jari” jawabku

“emang ada yang beli lipstik bekas?” tanyanya heran

“hehehe..ya ada aja bu yang mau”

Beberapa waktu lalu saya memang mem-preloved-kan (baca: menjual kembali barang yang pernah/tidak dipakai lagi) skincare & kosmetik. Kalo dulu, mungkin banyak orang masih berpikir ratusan kali untuk membeli barang bekas. Contohnya: “ihh..itu kan baju bekas, kalo orangnya dulu panuan, bisa ketular dong kita” Kalo beli baju bekas juga jangan asal beli, liat kondisi barangnya..dan jangan sekali-kali beli pakaian dalam bekas, jangan lupa sebelum dipake dicuci dengan air hangat ya. Trus ada juga yang.. ” ihh..serius mau beli skincare bekas? ntar jangan-jangan sudah expired lagi” teliti sebelum membeli. Coba tanyakan pada penjualnya tanggal expired produknya (sekarang sih biasanya suka difotoin juga tanggal expirednya di foto produknya) dan kapan pertama kali kemasan dibuka. Continue reading

mengASIhi ketika umroh

Alhamdulillah beberapa bulan yag lalu saya diberi kesempatan untuk melaksanakan ibadah umroh bersama suami. Sebenarnya rencana umroh sudah ada dari tahun lalu, tapi dikarenakan saya hamil, maka rencana itu kami undur. Pertanyaan pertama ketika kami memutuskan untuk umroh adalah…apakah plincess a.k.a anak kami perlu dibawa? Ini semacam dilema bin galau buat emaknya, secara emaknya ga pernah pisah semalam pun dari plincess karena plincess selalu bangun malam2 buat minta nen.

“bawa ajaaa, kan masih kecil ini, masih gampang digendong kemana-mana. Banyak kok sekarang ibu2 yang membawa anaknya, apalagi orang arab”

“ga usah, nanti kamu ibadahnya ga terlalu khusuk karena harus ngurus anak, butuh tenaga extra kalo bawa anak”

Dan, kami memutuskan untuk menitipkan plincess ke abah dan umminya selama kami umroh 😦 lalu pertanyaan lain pun muncul. Kalo plincess ga dibawa, berarti saya harus e-ping (exclusive pumping) selama disana dong! Jeng jeng!!!!!. Dalam hati saya keder juga, karena terus terang makin lama jadwal pumping saya makin berantakan apalagi kalo pisah dari anak πŸ™„Β  Lalu, saya mulai browsing sana sini, baca blog emak-emak yang kudu pumping selama beberapa waktu dan bagaimana me-manage agar ASIP senantiasa beku dan dingin. Jadi, apa saja persiapannya?

1. Cooler bag / Cooler box

Awalnya saya mau membawa cooler box (iyya, box yang gede itu) untuk menampung asip kalo pulang nanti. Kalo di acehardware harganya bisa sekitar 500an ribu keatas. Mahal yah? Iyya πŸ˜…. Tapi setelah saya baca dan tanya sana sini lalu mempertimbangkan jadwal pumping saya, akhirnya saya malah beli cooler bag merek mobicool Karena katanya tas ini bisa lumayan menahan dingin lebih lama dari tas2 lainnya. Sedikit tips buat buibuk eping yg mau perjalanan jauh dan sedikit hemat, gunakanlah styrofoam box! Konon, ini lebih tahan lama dari cooler box yang mehong itu. Tapi kenapa saya ga pake itu? Karena ga mau rempong! (Jgn ditiru yahπŸ˜‚πŸ˜‚).

WhatsApp Image 2017-08-13 at 22.34.56

modal nekat cuman bawa 2 cooler bag, not even cooler box *jewer*

Continue reading

#10StepKoreanSkincare

Waktu itu saya lagi iseng blogwalking ke blog beauty blogger, dan saya pun bertanya-tanya..”bokk..itu kulit kenapa bisa licin kaya gitu yah?” batin saya.

Kulit licin putih, bebas jerawat, glowing itu tentunya adalah idaman setiap wanita. Sejak jaman masih sekolah saya selalu berurusan dengan jerawat. Saya ingat waktu SMA sampai awal kuliah, ibu membelikan saya krim ‘cina’ untuk mengobati jerawat. Kenapa dinamakan krim cina? karena di kemasannya huruf cina semua πŸ˜† Lalu, saya berhenti karena males dan katanya krim cina itu ga aman karena mengandung merkuri. Bisa ditebak, saya jerawatan lagi πŸ˜₯ Ga berhenti disitu, ibu saya yang hopeless melihat anaknya jerawatan muluk akhirnya membawa saya ke salah satu klinik kecantikan, Erha. Saya cocok donggg dengan segala krim racikan dokter, treatment kecuali harganya yang mencekik :mrgreen:. Setelah nikah, saya bertekad untuk lepas dari krim dokter dan beralih ke salah satu skincare Jepang. Wajah saya langsung breakout parah selama beberapa bulan, tapi saya tahan-tahanin karena katanya itu proses detox. Sampai akhirnya setelah melahirkan dan pregnancy glowingnya hilang sudah, saya menemukan 10 step korean skincare *iyyaaa..10 step!* 😯

Continue reading

Serunya berbelanja di Althea

Waktu hamil kemarin, saya malas merawat wajah. Kalo keluar biasanya cuman make essense, bedak, lipstik (itu pun kalo lagi ga malas). Karena hamil juga saya jadi parno make skincare atau cream-cream lainnya karena katanya bisa ngaruh ke bayi (walopun itu 100% ga benar, tergantung kandungan bahannya sih). Nah..beberapa bulan setelah melahirkan, pregnancy glowingnya hilang dong…dan kulit jadi kering. Jadilah saya googling sana sini buat nyetok skincare lagi. Lalu, saya menemukan Althea. Althea ini situs e-commerce dari Korea, jadi 100% produknya asli dan berasal dari Korea langsung. Then..setelah saya ngubek-ngubek situsnya..booookkkkkk, banyakkkk ya barangnya πŸ™„ . Berbagai macam skincare dari berbagai macam merek ada disini. Di althea juga banyak diskonnya, biasanya mereka punya bundling box yang didalamnya terdapat berbagai macam produk dengan harga yang cukup miring. Lalu, saya sendiri beli apa di althea? 😎

IMG_1458

happy box! ^^

Continue reading