#ReviewSukasuka film Bebas

bebas movie

pic from google

Beberapa tahun lalu saya menonton film korea yang berjudul Sunny karena ngikutin salah satu variety show yang didalamnya ada pemain Sunny. Iseng, saya nontonlah malam-malam yang berakhir dengan mengambil tissue sambil lap ingus tapi tersenyum bahagia. Ternyata filmnya bagus. Lalu beberapa bulan lalu pas melihat teaser film Bebas yang merupakan adaptasi dari film Sunny, saya sudah berniat akan menonton filmnya kalo sudah tayang di bioskop. Bulan lalu, filmnya tayang. Saya langsung semangat mengajak pak suami buat nonton dan kami tidak menyesal. Bagusssss~~~

Bebas sendiri mengambil setting tahun 90an dan 2019. Alurnya flashback, dimana menceritakan persahabatan 5 orang anak SMA ( Krisdayanti, Vina, Jojo, Jessica, Gita dan Suci) dalam 1 geng bernama geng bebas. Vina yang merupakan murid pindahan dari Sumedang, langsung diajak masuk ke geng bebas karena di geng itu ada Krisdayanti (iyess, nama mereka, nama artis yang ngehits pada jamannya). Tapi karena suatu masalah akhirnya mereka dipisahkan, tidak boleh bergaul oleh orang tua dan lingkungan sekolah. Tidak pernah bertemu selama belasan tahun, Vina akhirnya dipertemukan kembali dengan Krisdayanti di rumah sakit dengan kondisi Kris yang sedang sakit parah. Kangen dengan teman-temannya, Kris meminta tolong kepada Vina untuk mengumpulkan kembali geng bebas. Continue reading

Berkunjung ke TeamLab Future Park Jakarta

“ibukkk, ada paus, besar” celoteh anak saya melihat paus warna warni di tembok

“rara suka? rara mau lihat paus?” tanyaku

“mauuuuu, paus, cumi-cumi, ikan, eeee..lampu blue, lampu red, mau ibukk” jawabnya

Sejak melihat foto dan video orang-orang di TeamLab Singapore, ingin rasanya mengajak plincess, anak saya kesana kalo kami sudah punya rejeki untuk berkunjung ke Singapura. Tapi apa daya sampai sekarang belum kesampaian. Lalu beberapa bulan yang lalu, saya melihat postingan orang-orang di Instagram sedang berada di TeamLab tapi lokasinya di Jakarta, ternyata  TeamLab Future Park sedang hadir di Indonesia sampai dengan tanggal 20 Desember 2019 di Gandaria City, Jakarta Selatan. Tambah giranglah saya karena lokasinya berada dekat dari rumah. Jadi, pada saat saya cuti & kebetulan jemput plincess di sekolah, saya pun pergi ke Gandaria City.

Untuk masuk ke TeamLab Future Park, loket pembelian tiket dan pintu masuk exhibition terpisah. Lokasi pintu masuk berada di lantai 2, dekat dengan Eat & Eat, sedangkan loket pembelian tiket berada di Ground Floor dekat toko sepatu Vans. Harga tiketnya mulai dari 150.000-200.000 di weekdays & 175.000-250.000 di weekend. Yang membedakan hanyalah jika memakai debit/kartu kredit BCA akan mendapatkan harga yang murah, so prepare your BCA card, gais! 😎

Lalu, apakah plincess senang berada di TeamLab Future Park? BANGETTT!!! Ruangan pertama kita disuguhi oleh Animal of Flowers, Symbiotic Lives. Begitu masuk, kita akan menemukan berbagai macam binatang yang jalan & terbang. Ditubuh binatang itu terdapat bunga-bunga yang akan berjatuhan jika kita sentuh plusss mereka akan menoleh ke kita jika disentuh. Continue reading

Kulineran di Makassar

“nak, mau bawa bumbu coto ga ke jakarta?” tanya ibu

“mauuuu..bawa 1 kilo ya bu” jawabku

“kalo ikan, mau bawa juga?” lanjut ibu

“pastilahhh” jawabku lagi

Saya berasal dari Makassar, tempat dimana Coto Makassar & Pallubasa berasal. Jadinya kalau pulang kampung ke Makassar rasanya ga afdol aja kalo ga kulineran. Bahkan pulang kampung kemarin saya sampai bawa beras dari sawah di kampung dan sempatin beli beberapa macam ikan laut di Poetere (tempat pelelangan ikan di Makassar) buat dibawa ke Jakarta (terdengar seperti emak-emak yang ga mau rugi banget ya? hehehee..). Lebaran kemarin, saya sudah menyiapkan list ‘must eat’ selama di Makassar, ga semuanya bisa terpenuhi juga sih karena masih harus silaturahmi sana sini.. Diawali dengan buka puasa bersama keluarga dengan hidangan jalangkote (bentuknya hampir sama dengan pastel) dengan sambel cairnya *enak bangett ya Tuhan*

20190602_175003

Jalangkote, Anyone?

Continue reading

Hiip Academy #1, ketika Consistensy is the key..

“ibu mau kantor?” tanya plincess, anak saya yang berumur 3 tahun

“tidak nak, ibu mau keluar sebentar ya” jawabku

“ibu mau ke kantor kah?” tanyanya lagi, ga puas sama jawabanku

“tidak nak, ibu ada acara diluar, kalo rara mau ikut, boleh antar ibu ke stasiun ya” jawabku disambut teriakan horee..

Sebagai emak-emak kantoran, memang sangat jarang saya keluar rumah dengan pakaian semi rapi pada saat weekend, pagi-pagi lagi. Biasanya weekend pagi saya menonton tv dengan anak, atau beresin rumah. Cuman gegara worshop yang diadakan oleh Hiip Academy, saya jadi penasaran, judul workshopnya sendiri “ How to Build Your Blog Professionally”. Saya seorang blogger coret sih, sudah ngeblog dari jaman akhir kuliah, gegara melihat blog raditya dika waktu itu, saya jadi kepingin juga punya blog. Cuma karena semakin banyaknya aktifitas, blog saya ini jarang dicoret-coretin. Yang bikin saya tertarik, SATU, salah satu nara sumbernya adalah blogger favorit saya, mas arievrahman , DUA, kali aja sesudah ikut workshop ini saya bisa ngeblog secara konsisten, ga setahun nongol, setahun ga *lhaaa* 😛 , TIGA, saya lagi bosan dengan rutinitas tiap hari menghitung uang di excel yang nilainya bisa buat beli banyak property di kawasan jakarta selatan *ya iyalaahh ngitung duit kantor hahahahaa* 😆 Acaranya sendiri berlangsung di Gedung Cohive 101, di kawasan Mega Kuningan, pukul 10 pagi – 15.30 sore.

DSCF3878.JPG

sebelum masuk, registrasi ulang dulu

Lalu acara sendiri bagaimana? Continue reading

nonton bareng, Milly & Mamet..

milly mamet

Dalam rangka long weekend yang ga kemana-mana banget di minggu (tahun lalu) kemarin, akhirnya saya & suami berencana nonton bareng orang rumah di bioskop weekend kemarin. Dari suami, anak, adek sampe mbaknya plincess juga saya ajak. Secara long weekend gini, trus ada promo BUY 1 GET 1 di TIX ID *eaaaa 😎 * Waktu itu, saya milih nonton Milly & Mamet karena mbaknya plincess bisanya nonton filem Indonesia, ga doyan yang barat-barat katanya. Dan ternyata, saya ga salah pilih filem.

Jadi milly mamet ini bercerita tentang Milly yang biasanya agak ngebully Mamet tapi akhirnya nikah sama Mamet, btw ini tentang milly aja yah, geng A2DC tetap nongol disini tapi sebagai pelengkap aja * tsaahhh.. hehehe.. ceritanya benar-benar seperti di kehidupan sehari-hari kita. Milly yang dulunya wanita karir akhirnya memilih untuk menjadi full time mommy untuk mengurus anaknya. Sedangkan Mamet, yang awalnya sempat menjadi juru masak, akhirnya kerja bantuin bapak mertuanya di usaha konveksi. Mamet tiba-tiba ingin mengikuti passionnya di bidang kuliner setelah teman lamanya, Alex (yang diperankan oleh julie estelle) menghubungi dia untuk kerja sama dalam membangun sebuah restoran. “pokoknya lo tinggal masak, urusan lain gue yang tanganin” begitu kira-kira ucapan alex ke Mamet. Ternyata kerja di restaurant cukup menyita waktu Mamet untuk keluarga, belum lagi tiba-tiba Milly ingin kembali kerja, walopun kerjanya bantuin papanya di konveksi karena papanya mulai sakit-sakitan.

Continue reading