#dirumahaja ngapain?

Siapa yang masih #WFH atau #dirumahaja ? Kantor saya belum menetapkan kapan akan kembali #wfo walaupun dalam kesehariannya yang #wfo pun tetap ada walau ga terlalu ramai. Minggu ini adalah minggu kembali ke kantor bagi kebanyakan warga Jakarta. Bagi saya dan keluarga ini mungkin sudah hari ke 80an kami #dirumahaja. Ga nyangka juga sudah selama ini #dirumahaja. Dari yang awalnya kesenangan karena bakal ga ngantor trus lama kelamaan menjadi bosan dan jadi kangen ngantor hahhahahaa, ditambah drama per-ART-an melanda rumah, duhh.. *tjurhat * 😮 Jadi selama #dirumahaja kalian ngapain? ada hobi baru? ada skill baru?

Awal-awal #dirumahaja saya rajin banget ke dapur, masak resep baru atau bikin donut, bahkan semua sudut rumah ga luput dari acara bersih-bersih serumah. Berikut adalah rencana dan realita saya ketika #dirumahaja

Memasak

Seperti yang saya sudah sebutkan diatas, awal-awal #dirumahaja saya rajin banget ke dapur, rajin ngubek-ngubek resep di Instagram atau pun di yutub, orang rumah mungkin sampai terheran-heran dengan kegiatan baru saya ini. Tapi ternyata ini cuman berlaku sebulan saja, karena setelahnya negara api menyerang (baca: mba ART pulang kampung dan ga balik). Alhasil dari bulan puasa sampai sekarang, jam 4 sore – magrib adalah jam krusial saya selama di dapur & ga bisa kemana-mana 🙄 Rencana untuk baking, nyoba resep baru langsung hilang seketika (alasyann, padahal malas aja ga ada yang bantuin hehehe)

WhatsApp Image 2020-06-14 at 11.39.48 AM

dapat resep dari IG, ayam tangkap ala-ala yang penuh sereh 😆

Continue reading

#WFH banget?

“sudah hari keberapa nih?” tanyaku

“hmm.. 2 bulanan kayanya.. sekitar 66 hari?” jawabnya

“lama juga ya kita #WFH nya..”

Siapa disini yang masih #WFH alias work from home? *ngacung *. Saya ga pernah menduga situasi kaya begini akan terjadi. Bayangan akan target bulan Maret, rencana bulan Maret, sampai rencana pilih-pilih hari buat mudik semuanya byarrr karena virus Covid-19. Karena Covid-19 juga inilah, akhirnya saya dan suami mulai bekerja dari rumah sejak pertengahan Maret. Kerabat kantor kami, beberapa hari sebelumnya meeting dengan kontraktor, beberapa hari kemudian, ternyata kontraktor itu positif Covid-19. Sejak itu, protokol bekerja dalam masa pandemi covid dilaksanakan, termasuk salah satunya bekerja dari rumah. Saya, awalnya merasa senang. Siapa yang tidak senang? bekerja dari rumah, tidak usah memusingkan perjalanan ke kantor, jadwal mandi pagi, bangun pun bisa sedikit lebih siang, ga buru-buru sarapan & berangkat ke kantor tinggal nyalain leptop langsung kerja, bahkan tetap bisa berkumpul dengan keluarga. Terdengar bagus bukan? Tapi tidak semudah itu fulgoso.. 😈 Continue reading

when in turbulance..

20190214_050222

“oh, kamu doyan jalan-jalan ya?” tanya seorang teman

“suka sih..apalagi kalo ke tempat baru, seruuu” jawabku

“suka naik pesawat dong?”

“err..ga sukaa, takut terbang” ujarku..

Suatu percakapan iseng dengan seorang teman yang membuatnya sedikit kebingungan, iyup! saya memang suka jalan-jalan, kemana pun itu, apalagi ke tempat baru (apalagi ke mall 😆 ) tapi ga tahu kenapa setahunan belakangan ini saya takut terbang 😦 . Belum lagi kalo diharuskan keluar kota yang mengharuskan naik pesawat, duh!. Kadang-kadang pingin rasanya naik kereta aja, tapi kalo mikir lamanya itu, sungguh ga efisien waktu. Pernah kejadian besoknya saya mau keluar kota, malamnya saya ga bisa tidur, deg-degan mikirin mau naik pesawat ( aaakkk..diriku secupu ituuuuu 😛 ). Setelah diingat-ingat lagi, dulu kayanya saya ga gini-gini amat deh. Dari jaman masih sekolah dulu, saya beberapa kali pulang ke Makasssar naik pesawat sendiri, bahkan naik kapal laut pun sendiri. Tapi gegara peristiwa Lion Air tahun lalu, saya jadi agak gimanaa gitu, mungkin karena maskapai itu adalah maskapai yang paling sering saya gunakan. Lalu ketika saya mengalami turbulance parah dari Medan-Jakarta pada saat flight malam, rasa-rasanya saya belum pernah setakut itu sampai-sampai ijin ke bapak yang duduk disebelah saya untuk megang tangannya 😆 Setelah itu kerjaan saya tiap kali terbang, melihat tipe pesawatnya apa, sayapnya yang model gimana, Asap ((ASAP 😆 )) AC nya kenapa belum mati juga kalo sudah boarding. Tapi alhamdulillah, beberapa bulan kemudian saya sudah agak tenang jika terbang, bahkan sempat beberapa kali tertidur pulas. Continue reading

Babygirl..

Selamat ya bu harkat, anaknya sudah lahir. Perempuan.

Saya mengucapkan alhamdulillah ketika dokter yang mengoperasi saya mengucapkan kalimat itu.

“Bu, anaknya banyak lemaknya” saya cuman bisa tersenyum ketika suster berkata seperti itu sambil membawa anak saya di hadapan saya. Tidak lama setelah itu saya mendadak mual, pusing dan akhirnya ga kuat membuka mata.

Tepat hari kamis tanggal 2 juni 2016, saya dan suami kembali kontrol ke RSPP untuk mengecek keadaan kandungan. Sudah 38minggu dan belum ada tanda-tanda #babypimpim mau keluar. Kalau ditanya mules, ya kadang-kadang memang mules tapi sebentar. Yang sering saya rasakan cuman beban perut sudah berattttt hehehehe. Kata dokter, #babypimpim sudah 3.5kg didalam perut. Insya allah sehat tapi ada lilitan di leher. Dokter menanyakan saya mau nunggu atau tidak? Saya bingung, lalu dokter menyarankan untuk menunggu dan kembali hari senin depan untuk kontrol lagi. Dijalan pulang saya dan suami kebingungan berdua, sambil kebingungan kami berdiskusi dengan orang tua. Akhirnya hari sabtu, saya memantapkan diri untuk menjalani persalinan C-Section.

img_5954

Azzahra Archilya  usia 3 hari

Continue reading

officially Mrs.Asy’ari

saya lupa-lupa ingat bagaimana persisnya kami bisa akhirnya menjalin hubungan, semua gara-gara saling comment di path, chating, whatsapp, lalu nonton bareng and officially in relationship. Saya mengenalnya sekitar setahunan, tiap kali ketemu kami cuman say hi karena kami berasal dari tempat yang sama, Makassar. Lalu, mengapa baru setahun? menurut nganaaa? 😆 saya pun tidak pernah menyangka akan berjodoh dengannya, tepat 2 bulan kami pacaran, kami tunangan, dan 3 bulan berikutnya i’m officially mrs. Asy’ari.

Photo 23-06-14 15.28.47

prawed horeee..

Kilat Express ya? hehehe.. saya & hampir semua teman-teman saya ga ada yang menduga di 2014, si kebvokecil ini akhirnya menikah. Honestly, Married wasn’t my goal for 2014. Tapi Tuhan punya rencana lain, dan saya bersyukur karenanya.

Jadi, how’s being wife, kebvo? Continue reading