Hongkong, jangan?

 

” buk, kalau punya anak dibawah 2 tahun, travelling deh sekali-kali. Karena anak dibawah 2 tahun cuman dikenakan biaya 10% dari harga tiketnya. “

 

Saya langsung teringat perkataan seorang teman ketika Garuda Online Travel Fair berlangsung. Lalu karena harga yang cukup murah maka kami memilih Hongkong untuk liburan kali ini. Sebenarnya Hongkong tidak masuk didalam list saya, tapi karena harga tiket yang murah dan tidak membutuhkan visa, jadi cuss lah.

Sebelum mendarat saya sudah dibuat takjub oleh gedung-gedung tingginya yang berada di wilayah perbukitan. Karena memang kontur wilayah Hongkong dataran yang berbukit-bukit dan harga tanah disini mahal bingitssssssss, jadiya penduduknya lebih memilih tinggal di apartemen daripada rumah. Beruntunglah kita wahai indonesian! 🙂

This slideshow requires JavaScript.

Lalu, ke Hongkong kemana aja? ngapain aja? sebenarnya ke Hongkong itu lebih tepatnya untuk shopping. Tapi karena saya (dulu) traveller hemat (nan kere) maka shopping ga terlalu saya masukkan kedalam list to do saya. Nyesel? bangettttttt! tapi yasudahlah, insya allah akan ada waktunya buat kembali (shopping) lagi kesana #KodeKeSuami. Kami sengaja mengambil flight pagi agar tidak kemalaman sampai disana. Hari pertama kami ke Tian Tan Buddha dan lanjut ke The Peak. Big Buddha sendiri terletak di Pulau Lantau, 1 pulau dengan Disneyland. Dari tempat kami menginap, Wan chai, kami mengambil MTR menuju stasiun central, kemudian pindah ke jalur Lantau Island lalu turun di stasiun Tun Chung dilanjutkan dengan bus sekitar 40 menit, tapi bisa juga dengan menggunakan cable car sebagai opsi lain. Tentu saja dengan membayar sekitar 130 HKD, tentunya akan tiba lebih cepat plus disuguhi pemandangan ciamik dan menegangkan (katanya) karena bagian bawah cable carnya kaca transparan.

metro

pic taken from google

This slideshow requires JavaScript.

Continue reading